Rangkaian acaranya telah selesi pada tanggal 12 September lalu, namun
geliat Rakernas masih dirasakan oleh para peserta. Terlebih lagi hasil
keputusannya, masih cukup kuat gaungnya membangkitkan semangat melayani sesama
yang sempat pudar. Ya, memudar. Setidaknya itulah yang sempat dirasakan Chapter
Bali, seperti yang terungkap dalam laporan tahunan Chapter Bali yang
disampaikan oleh sang ketua, Ruth Diah
Kurniawati.
Tampil di sesi pertama sebagai bagian dari chapter-chapter wilayah
Timur, Ibu Ruth mengubah suasana rapat menjadi mengharubiru. Saat itu ibu yang
biasanya selalu tersenyum ramah dan ceria ini tiba-tiba menitikkan air mata ketika
menyampaikan laporan kegiatan chapter yang dipimpinya. Suaranya terdengar parau.
Ia bahkan sempat berhenti cukup lama untuk menenangkan hatinya dan mengatur
kembali nafasnya sebelum kembali berbicara. Keadaan ini mau tidak mau menginterupsi
jalannya Rapat Kerja dan mengubah suasana yang tadinya formal menjadi lebih
kekeluargaan. Seolah semua turut merasakan pergumulan Ketua Chapter Bali ini.

